SUNGAI MANAU – Puskesmas Sungai Manau mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara dan menerapkan langkah perlindungan kesehatan, khususnya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Imbauan tersebut disampaikan melalui kampanye edukasi kesehatan bertajuk “Ayo Gunakan Masker, Lindungi Diri, Lindungi Sesama” sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Berdasarkan informasi kualitas udara yang tercantum dalam materi edukasi Puskesmas Sungai Manau pada 26 Agustus 2026, kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, dengan indeks kualitas udara mencapai AQI 184. Polutan utama yang tercatat adalah PM2.5 dengan konsentrasi 102,7 µg/m³.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan partikel udara dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan. Partikel PM2.5 yang berukuran sangat kecil dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berpotensi menimbulkan berbagai keluhan kesehatan.
Paparan udara yang tidak sehat dapat menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan, batuk, rasa tidak nyaman saat bernapas, sesak napas, serta berpotensi memperburuk kondisi masyarakat yang sebelumnya telah memiliki gangguan atau penyakit pernapasan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin Ingatkan Masyarakat Tingkatkan Perlindungan Diri
Kondisi kualitas udara yang kurang baik juga menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, dr. H. Irwan Kurniawan, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat kualitas udara yang tidak sehat.
Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan kondisi lingkungan dan mulai menerapkan langkah-langkah perlindungan sederhana, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika tidak diperlukan, serta menjaga kondisi tubuh merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan.
Imbauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, Fajar Aria Phitra, SKM, M.Kes, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melakukan pencegahan secara mandiri.
Menurutnya, upaya menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami keluhan, tetapi perlu dimulai dari langkah pencegahan dan perubahan perilaku sehari-hari. Masyarakat diharapkan mampu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan serta memperhatikan kelompok yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara.
Puskesmas Dorong Perlindungan dari Tingkat Keluarga
Kepala Puskesmas Sungai Manau, Upik Rosalina, SKM, turut mengajak masyarakat untuk tidak menganggap remeh kondisi kualitas udara.
«“Kesehatan kita adalah prioritas. Ayo lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi sesama.”»
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi kualitas udara yang kurang baik. Selain itu, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk.
Puskesmas Sungai Manau juga mengajak masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan memenuhi kebutuhan cairan melalui konsumsi air putih yang cukup, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta memantau perkembangan kualitas udara secara berkala.
Pemantauan kualitas udara penting dilakukan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan. Apabila kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat dapat mempertimbangkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan meningkatkan perlindungan diri.
Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian Lebih
Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok yang lebih rentan terhadap dampak kualitas udara, termasuk anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit atau gangguan pernapasan.
Pada kondisi udara yang tidak sehat, kelompok tersebut dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar ruangan. Keluarga juga memiliki peran penting dalam memastikan anggota keluarga yang rentan mendapatkan perlindungan yang memadai.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa kualitas udara tidak selalu dapat dinilai hanya berdasarkan kondisi yang terlihat secara kasatmata. Udara yang tampak cerah belum tentu terbebas dari partikel pencemar. Karena itu, informasi mengenai kualitas udara perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan aktivitas sehari-hari.
Mengedepankan Upaya Promotif dan Preventif
Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kualitas udara merupakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang dapat melindungi kesehatan individu, keluarga, dan lingkungan.
Puskesmas Sungai Manau berkomitmen untuk terus memberikan informasi kesehatan yang relevan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Sinergi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, Puskesmas, pemerintah desa, kader kesehatan, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai faktor risiko kesehatan.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, terutama batuk yang menetap, sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan yang semakin berat, diimbau untuk tidak mengabaikannya dan segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Melalui kampanye “Ayo Gunakan Masker, Lindungi Diri, Lindungi Sesama”, Puskesmas Sungai Manau bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin mengajak masyarakat menjadikan perlindungan kesehatan sebagai tanggung jawab bersama.
Sebab, menjaga kesehatan bukan hanya tentang melindungi diri sendiri, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga dan masyarakat di sekitar.
Maskerku, perlindunganku. Sehatku, tanggung jawabku.
---
Penulis
Tim Promosi Kesehatan Puskesmas Sungai Manau
Anggi Pratama, M.Kes
