SUNGAI MANAU – Puskesmas Sungai Manau melaksanakan Pelatihan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal untuk Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan Balita Bermasalah bersama kader kesehatan, Rabu (15/7/2026), bertempat di Aula Puskesmas Sungai Manau.
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Puskesmas Sungai Manau, Upik Rosalina, SKM, dan diikuti oleh kader kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam menyiapkan makanan tambahan berbahan pangan lokal yang bergizi, seimbang, dan sesuai dengan kebutuhan sasaran.
Dalam pembukaan kegiatan, Kepala Puskesmas Sungai Manau menekankan pentingnya peran kader kesehatan sebagai mitra Puskesmas yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Melalui pembekalan ini, para kader diharapkan tidak hanya memahami pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil KEK dan balita yang mengalami permasalahan gizi, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam praktik di lapangan.
Pelatihan menghadirkan tenaga kesehatan Puskesmas Sungai Manau sebagai narasumber, yaitu Ria Resty, S.Gz, dari bidang Gizi, dan Anggi Pratama, M.Kes, dari bidang Promosi Kesehatan. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemanfaatan bahan pangan lokal, pengolahan makanan yang sehat, porsi dan penyajian yang tepat, serta edukasi kesehatan dalam mendukung keberhasilan pemberian makanan tambahan kepada kelompok sasaran.
Tidak hanya menerima materi secara teori, para kader juga terlibat langsung dalam praktik memasak dan mengolah makanan bergizi. Kegiatan praktik ini menjadi bagian penting dari pelatihan agar peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memilih bahan, mengolah, hingga menyajikan makanan tambahan yang sesuai untuk ibu hamil KEK dan balita yang mengalami permasalahan gizi.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para kader mengikuti setiap tahapan kegiatan, berdiskusi bersama narasumber, serta mempraktikkan secara langsung proses pengolahan makanan bergizi. Melalui pendekatan teori dan praktik, kader diharapkan lebih siap menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam mendukung pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan PMT. Bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi makanan yang beragam, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan sasaran. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, kader kesehatan diharapkan mampu ikut mendorong keluarga untuk memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi ibu dan anak.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Sungai Manau terus memperkuat peran kader kesehatan dalam mendukung upaya perbaikan gizi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan balita yang mengalami permasalahan gizi.
Dengan meningkatnya kapasitas dan keterampilan kader, diharapkan pelaksanaan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dapat berjalan lebih baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan status gizi ibu hamil dan balita di wilayah kerja Puskesmas Sungai Manau.
Bersama kader kesehatan, Puskesmas Sungai Manau berkomitmen mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas melalui pemenuhan gizi yang baik dan berkelanjutan.

.jpeg)

